KOPENHAGEN: Sesi perdagangan Selasa (11 Oktober) di bursa saham Eropa
ditutup dengan rapor merah, karena investor masih dihantui nasib
Slovakia dan menunggu panen laporan kuangan emiten bursa Amerika
Serikat.
Pada sesi perdagangan Selasa sore waktu setempat, Indeks Stoxx Europe
600 ditutup di level 235,28 atau turun 0,3%. Ini sekaligus mengakhiri
rally bursa Eropa selama 4 hari berturut-turut.
Anjloknya bursa Eropa antara lain dipicu penurunan harga sejumlah
emiten, seperti National Bank of Greece SA dan EFG Eurobank Ergasias SA,
yang harga sahamnya turun lebih dari 16%.
Demikian juga dengan penurunan harga saham ASML Holding NV dan
STMicroelectronics NV setelah para analis menurunkan prediksi kinerja
kedua emiten itu.
Emiten yang mencatatkan kenaikan harga sama adalah Remy Cointreau SA
setelah Berenberg Bank merekomendasikan untuk membeli saham produsen
Remy Martin.
Jika dilihat berdasarkan kinerja bursa di 18 negara Eropa Barat, 15 di
antaranya harus menghadapi kenyataan rapor merah pada sesi penutupan
Selasa sore di lantai bursa negara tersebut.
Bursa FTSE London ditutup dengan penurunan 0,1% dan Bursa CAC 40
Prancis turun 0,3%, sedangkan Bursa DAX Jerman turun 0,3%.
Para analis saham mengungkapkan selain menunggu kondisi Bursa AS, para
investor mulai mencemaskan kondisi Slovakia yang serba tidak menentu
untuk meratifikasn revisi bailout Masyarakat Eropa.
"Kondisi yang menimpa Slovakia memicu keragu-raguan investor," ujar
Witold Bahrke, Analis senior Pension A/S yang bermarkas di Kopenhagen,
Denmark, kepada Bloomberg. (sut)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar